TALAUD, Humas Polda Sulut – Yulianus Genggang (39), nelayan asal Desa Damau Bowone, Kecamatan Damau, yang dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (31/1/2026) lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kabar gembira ini terkonfirmasi setelah korban berhasil menghubungi keluarganya melalui layanan video call pada Senin (16/2/2026) pagi. Yulianus mengabarkan bahwa dirinya kini berada di daratan Papua setelah melewati perjuangan hidup dan mati di tengah lautan.
Berdasarkan keterangan Yulianus, petaka bermula saat perahu jenis pamboat miliknya mengalami kerusakan mesin tak lama setelah melaut. Tanpa daya dorong, perahu tersebut terombang-ambing dan terseret arus kuat serta gelombang tinggi selama kurang lebih dua minggu.
Pelarian panjang di samudera itu berakhir pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 12.30 WITA, saat perahunya terdampar di pesisir Desa Waru Mandi, Kecamatan Abun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya.
Setibanya di daratan, Yulianus bertemu dengan seorang warga lokal bernama Endriksina Yesa. Saksi kemudian membawa korban ke kediamannya untuk diberikan pertolongan pertama serta memfasilitasi komunikasi dengan keluarga di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Korban dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tambrauw menuju Sorong menggunakan kapal perintis. Selanjutnya: Perjalanan akan dilanjutkan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, sebelum kembali ke kampung halaman.
Kapolsek Kabaruan Ipda Andika Amisi menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi.
”Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Damau, Pemerintah Desa Damau Bowone, serta pihak keluarga untuk memastikan proses pemulangan korban berjalan lancar,” ujar Ipda Andika.
Menyikapi kejadian ini, Ipda Andika juga menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memperketat pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat pesisir. Cuaca ekstrem dan kondisi fisik kendaraan melaut harus menjadi prioritas utama.
”Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan faktor cuaca sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan adalah yang utama, jangan memaksakan diri jika situasi tidak memungkinkan,” tegasnya.

