MANADO, Humas Polda Sulut – Langkah tegas Kapolri dalam membentuk Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Kehadiran direktorat baru ini diharapkan tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi ujung tombak penegakan hukum yang lebih berkeadilan.
“Masyarakat menaruh harapan besar agar unit baru ini mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal dibandingkan sebelumnya,” ujar Didi Roa, salah satu influencer di Sulut.
Salah satu poin kritis yang menjadi sorotan adalah fenomena penanganan kasus yang sering kali baru mendapat perhatian serius setelah menjadi viral di media sosial.
“Dengan adanya direktorat yang berdiri sendiri, diharapkan proses hukum dapat berjalan lebih tuntas tanpa harus menunggu tekanan publik,” katanya.
Dengan adanya direktorat ini, diharapkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi lebih profesional dan empatik.
“Langkah ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak sindikat perdagangan manusia yang sering kali mengincar warga negara yang mencari kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang benar,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri bekerja ke negara-negara yang tidak terjamin keamanannya, guna menghindari risiko menjadi korban perdagangan orang.
”Kesadaran untuk saling menjaga anggota keluarga, baik istri maupun anak, menjadi kunci utama selain penegakan hukum yang tegas dari kepolisian,” ucapnya.
Ia berharap semoga dengan struktur yang baru, angka kekerasan terhadap kelompok rentan dapat terus ditekan dan keadilan bukan lagi menjadi barang yang sulit dijangkau.

